Research

Pertumbuhan UMKM di Indonesia saat ini tidak lepas dari peranan teknologi informasi. Kebutuhan akan manfaat teknologi informasi memungkinan perubahan sistem bisnis yang dikelola secara konvensional menjadi online. Perubahan ini membutuhkan desain sistem yang diharapkan mampu untuk mengelola seluruh aktivitas bisnis mulai dari pemasaran, manajemen transaksi, hingga laporan keuangan. Dengan Pengelolaan bisnis secara terkomputerisasi dan online, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kualitas UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Manajemen Bisnis UMKM Ellraka yang memiliki kualitas yang baik dengan menerapkan uji pengukuran kualitas sistem sebelum diimplementasikan secara penuh. Pengembangan aplikasi menggunakan model pengembangan sistem Waterfall. Pola MVC pada framework Laravel digunakan dalam proses pengkodean agar pembangunan aplikasi dapat berjalan efektif dan efisien. Pengukuran kualitas untuk penggunaan aplikasi menunjukkan bahwa kualitas sistem dalam aplikasi yang dibangun memiliki efek positif dan signifikan pada penggunaan.


Sanjaya, R., Herliana, A., Fitriyani, Rahayu, Y. S., & Suhartini, T. (2018). Sistem Informasi Manajemen Bisnis dan Keuangan UMKM Menggunakan Model MVC Pada Framework Laravel. Jurnal Abdimas BSI, 1(3), 477–485.
Show Detail

Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Khusus Patologi & Histopatologi (SIMLab), merupakan aplikasi yang dibangun untuk mengelola aktivitas yang terdapat pada laboratorium khusus patologi. Sistem dirancang khusus untuk kebutuhan laboratorium patologi & histopatologi. SIMLab mengadopsi sistem berjalan pada Laboratorium Klinik Khusus Veteran.

Aplikasi ini dibangun dengan berbasis website, oleh karena itu dapat dibuka pada berbagai platform (multi-platform) dan media, seperti PC Desktop, Laptop, Tablet, dan Smartphone. Tampilan aplikasi dirancang responsive, sehingga dapat menyesuaikan dengan berbagai ukuran layar.

Informasi Ciptaan:

  • Nomor dan tanggal permohonan : EC00201706369, 7 Desember 2017
  • Judul Ciptaan : Sistem Informasi Laboratorium Khusus Patologi & Histopatologi (SIMLAB)
  • Pemegang Hak Cipta : Dr. Dwiza Riana, S.Si.,MM.,M.Kom
  • Pemegang Hak Cipta : Rangga Sanjaya, M.Kom
  • Jenis Ciptaan : Program Komputer
  • Tanggal dan tempat diumumkan untuk pertama kali di wilayah Indonesia atau di luar wilayah Indonesia : 14 Februari 2017, di Jakarta
  • Jangka waktu perlindungan : Berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak Ciptaan tersebut pertama kali dilakukan Pengumuman.
  • Nomor Pencatatan : 05597

Riana, D., Sanjaya, R. (2018). Sistem Informasi Laboratorium Khusus Patologi & Histopatologi (SIMLAB).
Show Detail

Seiring dengan semakin besarnya peranan Departemen Teknologi Informasi (TI) dalam mendukung kelancaran proses bisnis perusahaan, disertai dengan meningkatnya permintaan pemecahan gangguan layanan TI. Meningkatnya permintaan layanan terhadap pemecahan gangguan TI mengakibatkan pekerjaan Departemen TI yang menumpuk. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pengelolaan agar semua permintaan dari user dapat dilayani dan terdokumentasi dengan baik. Trouble ticket berbasis website merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pengelolaan gangguan layanan. Trouble ticket merupakan formulir laporan terhadap gangguan layanan TI untuk dilakukan tindakan respon terhadap gangguan. Implementasi dari sistem informasi pengelolaan gangguan layanan TI menggunakan trouble ticket dengan teknologi berbasis website, memungkinkan proses pelaporan dan pemantauan status laporan gangguan dapat dilakukan diberbagai perangkat TI. Sistem informasi pengelolaan gangguan layanan TI menggunakan trouble ticket dapat meningkatkan pelayanan kepada user, disamping itu merupakan dokumentasi yang baik bagi Departemen Teknologi Informasi.


Sondari, S., & Sanjaya, R. (2017). Sistem Pengelolaan Gangguan Layanan TI Menggunakan Trouble Ticket Di PT. Trindo Pratama. Jurnal Informatika, 4(April), 32–37.
Show Detail

PT. Len Industri (Persero) merupakan BUMN yang bergerak salah satunya di bidang keamanan. Hampir semua proyek dalam komunikasi antar karyawan dilakukan menggunakan fasilitas umum seperti gmail, padahal PT. Len Industri (Persero) sering berkerja sama dengan pihak BUMN di bidang pertahanan seperti TNI dan Polisi, data tersebut sangat rentan apabila dikirim dengan fasilitas umum dan dengan email pengirim tidak bisa memastikan data tersebut sudah terkirim. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu aplikasi server dan client yang bisa menangani pengiriman data dan memastikan data tersebut sudah terkirim. Algoritma enkripsi AES merupakan algoritma dengan jenis enkripsi symetric dengan panjang data 128 bits dan kunci yang digunakan bisa 128, 192, dan 256 bits yang dibuat oleh Joan Daemen dan Vincent Rijmen. Dengan membuat sebuah protokol komunikasi yang mengimplementasikan enkripsi AES 256 bits, semua pengiriman data proyek ataupun file-file yang lain dapat dikirim dengan lebih aman dan juga pengirim bisa mengetahui data tersebut sudah terkirim atau belum.


Nurhakim, A. L., & Sanjaya, R. (2017). IMPLEMENTASI ADVANCE ENCRYPTION STANDARD UNTUK MENGAMANKAN PENGIRIMAN DATA DALAM JARINGAN PT. LEN INDUSTRI. Jurnal Competitive, 12(2), 40–51.
Show Detail

Pengembangan multimedia interaktif menggunakan pendekatan story based learning, bertujuan untuk memberikan alternatif pelatihan dengan menyampaikan materi melalui cerita pendek dan studi kasus sesuai dengan topik pembahasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan multimedia interaktif dalam pelatihan service excellent melalui pendekatan story based learning. Metode yang digunakan untuk mengetahui hasil penelitian dengan melakukan pre-test dan post-test terhadap dua kelompok staf customer service yang dipilih secara acak. Kedua kelompok, belajar menggunakan dua pendekatan pembelajaran, yaitu menggunakan multimedia interaktif dan modul text-book (konvensional). Pengembangan aplikasi multimedia interaktif mencangkup materi service excellent dibagi kedalam lima modul yang terdiri dari reability, assurance, tangible, emphaty, dan responsiveness. Kelompok belajar yang menggunakan multimedia interaktif memiliki tingkat kemajuan hasil belajar lebih tinggi sebesar 19% dibandingkan dengan kelompok belajar konvensional sebesar 8%. Kelompok eksperimen menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap penggunaan multimedia interaktif.


Sanjaya, R. (2016). Multimedia Interaktif Pelatihan Service Excellent Menggunakan Pendekatan Story Based Learning. Jurnal Informatika, III(1), 100–106.
Show Detail